Oxides, Mica, ultramarines – apa bedanya?

Oxides, Mica, ultramarines – apa bedanya?

Oxides, Mica, ultramarines – apa bedanya? Bagian terbaik dalam menggunakan mika di Cold Process adalah bahwa mica tidak menggumpal sama sekali. Warna-warnanya halus dan indah.. Bagian yang kurang menyenangkan  dari pemakaian mica di Cold Process adalah bahwa mereka butuh tingkat pemakaian yang lebih banyak dibandingkan dengan dari pewarna pigment maupun FD&C.

1. Pigments

Oksides dan ultramarines termasuk dalam kategori ini. Pigmen, seperti kebanyakan pewarna di luar sana, bukan termasuk kategori alami, melainkan “Nature Indentical”.
Pigmen diproduksi di laboratorium sejak tahun 70-an. Ternyata, pigmen (oksida dan ultramarines) digunakan untuk ditambang namun FDA melangkah masuk dan menuntut beberapa syarat kemurnian, sehingga sejak saat itu, pewarna ini telah diproduksi di laboratorium – struktur molekul yang sama hanya berbeda dari cara pengolahan.
Beberapa Iron Oksides masih diekstraksi secara alami; Namun, Iron Oxides di alam (tanah) sering mengandung logam beracun seperti timbal, arsen, merkuri, antimon dan selenium (ketika mereka berada di alam). Ini adalah mengapa FDA melangkah untuk mengatur pewarna kosmetik sehingga tingkat logam beracun yang hadir dalam konsentrasi rendah  dianggap “aman.” Bahkan, hanya iron oxides sintetis yang disetujui untuk digunakan dalam kosmetik di negara ini.  (Johnson, S.T. & Wordell, C.J. “Homeopathic and herbal medicine: Considerations for formulary evaluation,” Formulary, 32, 1167, Nov. 1997. )
Hal yang baik tentang enggunaan pigmen dalam sabun adalah bahwa mereka stabil. Umumnya, mereka tidak akan berubah atau mengubah warna dalam Cold Processed atau Melt dan Pour. Mereka juga cost efektif; Dengan harga $ 3- $ 6 per ounce (sekitar 28gr), pewarna ini termasuk murah. Kelemahan menggunakan pigmen adalah bahwa mereka cenderung menggumpal sehingga mereka membutuhkan tambahan TLC untuk membuat mereka tidak menggumpal.
2. FD&C Colorants
Ada banyak jenis pewarna FD & C, tetapi pada dasarnya mereka diproduksi di laboratorium, tidak alami tetapi umumnya sangat mudah digunakan dan memberikan rentang warna yang lebar, lebih dari yang bisa Anda bayangkan. Ada tersebar luas ketidakpercayaan, dan bahkan ketakutan, tentang pewarna FD & C. Hal ini kemungkinan besar karena FDA telah menarik warna di masa lalu karena masalah keamanan. Contoh yang paling terkenal mungkin Red No 2, dilarang pada tahun 1976 atas kemungkinan link ke kanker. Sebenarnya,  pewarna FD & C terdapat dalam sebagian besar makanan olahan yang kita makan (dari keju untuk kentang goreng untuk permen) dan kekhawatiran tentang penggunaan pewarna ini dalam sabun mungkin tidak berdasar. Selain itu, jumlah kecil dari jenis pewarna dalam sabun (yang tidak tinggal pada kulit Anda), adalah paling tidak berarti dibandingkan dengan jumlah besar pewarna FD & C dalam makanan (dan vitamin dll …).
Bagian yang menyenangkan dari menggunakan pewarna FD & C adalah bahwa mereka,  cukup murah untuk digunakan. Mereka sangat terkonsentrasi. Mereka juga tercampur dengan merata. Mereka biasanya stay clear di MP soap. Bagian menyebalkan adalah ketidak stabilan mereka dalam lingkungan basa (alias – sabun proses dingin). Jarang sekali ada pewarna FD & C yang benar-benar bisa stabil. Rata rata pewarna FD&C akan ‘bleeding’ dan ‘fading’.
3. Micas
Mica termasuk dalam kategori pewarna FD & C karena mica merupakan produk alami, yang ditambang dan kemudian dilapisi dengan pewarna FD & C, atau pigmen, atau kombinasi keduanya untuk mendapatkan warna tersebut. Warna ganda  inilah yang menjadikan mica berkilau dan bercahaya (shimmery). Mica merupakan pewarna yang Anda lihat di lipstik Anda, eye shadow dan blush on. Mica terlihat jelas pada produk yang transparan, seperti sabun melt and pour, karena shimmer membutuhkan cahaya untuk merefleksikan dan membiaskan cahaya dengan baik.
4. Pewarna Sabun Natural/Alami

Tidak ada definisi legal untuk pewarna alami. FDA mengklasifikasikan pewarna sebagai yang memerlukan sertifikasi dan yang tidak memerlukan sertifikasi. Beberapa pewarna alami yang populer untuk digunakan adalah:
Kuning – Annatto, Saffron, kunyit, yellow clay
Hijau – Klorofil
Coklat – Cocoa Powder, teh
Red – Paprika powder
Ungu – Alkanet Root (untuk CP)
dst dst…
mari mencoba dengan bebrapa pewarna lainnya ^^

Related Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *